Lumajang — Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Lumajang melakukan identifikasi data dan informasi pelaku usaha terdampak erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada 19 November 2025. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memetakan dampak bencana terhadap sektor usaha serta merumuskan kebutuhan pemulihan ekonomi masyarakat.
Dalam proses pendataan tersebut, tim Diskopindag menemukan bahwa salah satu pelaku usaha yang terdampak adalah IKM Kopi Sunthre yang berlokasi di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Usaha pengolahan kopi ini mengalami hambatan operasional akibat akses distribusi yang terganggu serta menurunnya aktivitas ekonomi pasca erupsi.
Identifikasi data ini meliputi kondisi sarana prasarana usaha, stok bahan baku, kapasitas produksi, hingga kerugian yang dialami pelaku usaha. Informasi tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan langkah-langkah penanganan dan dukungan yang diperlukan, termasuk potensi bantuan pemulihan bagi IKM terdampak.
Diskopindag menegaskan komitmennya untuk terus melakukan monitoring sekaligus memastikan bahwa pelaku usaha di wilayah rawan bencana tetap mendapat perhatian, termasuk dalam upaya pemulihan ekonomi pasca erupsi Semeru.